.comment-content a {display: none;}
Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Home » » Google Kabulkan Curhat Seorang Bocah Kecil yang Lugu

Google Kabulkan Curhat Seorang Bocah Kecil yang Lugu

San Francisco - Curahan hati dari seorang anak kecil terkadang bisa membuat kita luluh. Begitulah yang terjadi pada Google saat menerima curhat dari seorang bocah.

Google dikenal sebagai perusahaan yang memiliki peraturan sangat ketat terkait izin cuti karyawannya. Dengan tingkat volume kerja yang sangat tinggi, izin cuti karyawan dibatasi, bahkan saat di masa musim libur sekalipun.

Minimnya waktu libur di Google itulah yang dikeluhkan seorang gadis cilik bernama Katie, yang ayahnya bekerja di Google. Katie mengeluhkan ayahnya tidak memiliki waktu untuk berlibur bersama keluarga karena selalu menghabiskan waktu di kantor.

Menariknya, sang bocah ini menuliskan curhatnya dalam sebuah selembar kertas dengan menggunakan krayon berwarna biru. Surat itu pun ia kirimkan ke kantor Google, dengan harapan kantor tempat ayahnya bekerja itu mau meluluskan permintaannya.

Lalu apa permintaan Katie kepada Google? Dalam suratnya, Katie memohon kepada Google untuk mau memberikan waktu libur tambahan pada hari Rabu di musim panas nanti. Karena di hari tersebut, ayah Katie berulangtahun dan Katie ingin merayakannya bersama sang ayah.

Di luar dugaan, Google ternyata merespon surat unik ini dengan memberikan sebuah jawaban. Dalam surat balasannya yang ditulis Senior Manager Daniel Shiplacoff, pihak Google bersedia memenuhi keinginan Katie.

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa ayah Katie telah bekerja keras untuk mendesain berbagai hal bagus di Google. Oleh karena itu, Google bersedia memberikan libur satu pekan di bulan Juli nanti.

Selamat berlibur, Katie...!! [ikh]

(inilah.com)

\iklan
Share this post :

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi indodetik.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

0 Comments
Comments

Post a Comment

Next Back Home