.comment-content a {display: none;}
Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sejarah Singkat Militer Gerakan Islam HAMAS di Palestina

Hamas adalah akronim dari “Ḥarakat al-Muqāwamat al-Islāmiyyah”, yang berarti "Gerakan Perlawanan Islam" - adalah organisasi Islam Palestina yang meliputi organisasi sosial dan politik serta militer.

Hamas di dirikan pada tahun 1987 oleh Syaikh Ahmad Yassin dan enam orang sahabat dan juga merupakan murid-muridnya. DR.Ibrahim al Bazuri, Muhammad Syam'ah (perwakilan kota Gaza), Abdul Fatah Dakhan (Perwakilan wilayah Tengah), Dr Abdul Aziz Ar-rantisi ( Perwakilan Khan Younis), Isa an Nasyar (perwakilan kota Rafah), Shalah Syahadah (perwakilan wilayah utara). Dan mereka semua telah Syahid (insyaAllah).

Hamas mendapat banyak kritikan oleh kawan seperjuangan di Palestina dan tokoh-tokoh Al-Qaida, sewaktu mereka memutuskan untuk ikut Pemilu di Palestina, karena mereka dianggap telah 'melenceng' dari nilai-nilai perjuangan Islam dengan turut andil dalam Demokrasi.

Hidayatullah.com melaporkan, meskipun menggunakan media demokrasi, Hamas selalu tunduk pada tuntunan para ulamanya dari hal-hal yang sifatnya besar dari masalah diplomasi dan kenegaraan sampai hal-hal terkecil. Salah seorang ulama Hamas yang diwawancarai oleh www.hidayatullah.com

Syeikh Abu Bakar Al-Awawidah di Damaskus, Syuriah, menceritakan sebuah pengalaman menarik.
“Khalid Misy’al kepala biro politik Hamas dulunya gemar mengenakan dasi, namun sesudah saya tegur beberapa kali dan saya ingatkan bahwa simpul dasi itu sebenarnya berbentuk salib. Sejak itu sampai sekarang sampai hari ini dia tidak menggunakan dasi. Begitu juga untuk urusan-urusan yang lebih besar,” ujar Syeikh Abu Bakar.
Para pemimpin Hamas tunduk pada ulama, karena ulamanya berjihad, dan bukan sebaliknya ulama dipaksa tunduk pada kepentingan politik.

Hamas memiliki sayap militer yang dinamakan Brigade Izzuddin Al-Qassam. Brigade Al-Qassam di dirikan pada tahun 1992 di bawah arahan seorang insinyur bernama Yahya Ayyash. Yahya Ayyash sendiri termasuk konseptor 'Bom Syahid” yang banyak menyerang target-target Israel dengan aksi “bom syahid” nya.

(blog-fiqi - hidayatullah.com)
Description: Sejarah Singkat Militer Gerakan Islam HAMAS di Palestina Rating: 4.5 Reviewer: Edudetik - ItemReviewed: Sejarah Singkat Militer Gerakan Islam HAMAS di Palestina

Banda Aceh Kota Pusaka Kawasan Wisata Islami

KOTA BANDA ACEH telah dikenal sebagai ibukota kerajaan Aceh Darussalam sejak tahun 1205 Masehi dan merupakan salah satu kota tertua di nusantara bahkan di Asia Tenggara.

Pada masa penjajahan Kolonial Belanda nama Banda Aceh sempat diganti menjadi Kutaraja, namun pada tanggal 21 April 1962 nama Kutaraja dikembalikan kepada nama asalnya yaitu Banda Aceh.

Diantara peninggalan situs-situs bersejarah kerajaan Aceh Darussalam terdapat bangunan-bangunan bersejarah dengan nilai arsitektur tinggi seperti Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan simbol nasionalisme rakyat Aceh sekaligus pusat pendidikan ilmu agama di nusantara pada masa Sultan Iskandar Muda berkuasa, serta Gunongan dan Pinto Khop yang berada disamping keraton Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sekitar abad ke-16 untuk permaisuri tercinta Putri Pahang dari negeri Pahang Malaysia.

Kota Banda Aceh juga menyimpan banyak situs-situs bersejarah lainnya seperti kompleks makam keluarga dan raja-raja Kesultanan Aceh Darussalam, makam para ulama Aceh, makam-makam kuno, komplek perkuburan Kerkhoff yang merupakan lokasi penguburan 2200 serdadu Belanda termasuk 4 orang jenderalnya, bangunan kediaman Gubernur Belanda yang dibangun oleh pemerintah Belanda di atas tanah bekas lokasi Keraton Aceh dan saat ini menjadi pendopo Gubernur Aceh.

Selain itu terdapat pula satu kawasan yang menjadi warisan budaya dan merupakan kawasan. cikal bakal lahirnya Kota Banda Aceh yaitu kawasan Gampong Pande. Berbagai karya kesenian baik itu berupa tari-tarian, pakaian adat, senjata dan benda-benda seni lainnya juga termasuk kedalam adat istiadat Aceh yang diwarnai oleh nilai-nilai Islam dan merupakan warisan kejayaan masa lalu yang tidak ternilai harganya untuk generasi mendatang.

Kota Banda Aceh memiliki beberapa Kawasan Strategis Kota dari sudut kepentingan sosial dan budaya yaitu:
  • Kawasan Pusat Kota Lama (Pasar Aceh Peunayong dan sekitarnya) dengan bangunan-bangunan yang mempunyai ciri tersendiri dan sebagai kawasan Heritage Kota Banda Aceh
  • Kawasan Mesjid Raya Baiturrahman dan sekitarnya yang merupakan mesjid yang  bersejarah dan terkesan bagi yang mengunjunginya seolah-olah berada di mesjidil harram makkah.
  • Kawasan Water Front City yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi, khususnya pada kawasan sepanjang Krueng Aceh mulai dari muara (Gampong Pande) hingga ke indrapuri merupakan lintasan sejarah transportasi sungai pada zaman Kerajaan Aceh tempo dulu.
  • Kawasan Heritage Gampong Pande, Peunayong dan Neusu Kawasan Gampong Pande merupakan tempat awal Kerajaan Aceh. Kawasan Peunayong merupakan kawasan yang dlicembangkan untuk melestarikan nilai sejarah sebagai kawasan etnis cina (china town), sedangkan kawasan Neusu tetap dilestarikan sebagai bagian dari peninggalan bersejarah.
  • Kawasan Wisata Tsunami (Museum Tsunarni, PLTD Apung di Punge Blang Cut, kuburan massal korban tsunami di Ulee Lheue dan Mesjid Baitul Rahim di Ulee Lheue)
Tinjauan Kota Pasaka di Indonesia

Pusaka menurut Piagam Pelestarian dan Pengelolaan Pusaka Indonesia Tahun 2003 meliputi pusaka alam, pusaka budaya dan pusaka saujana. Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa.

Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa, dan karya yang istimewa dari lebih 500 (lima ratus) suku bangsa di tanah air Indonesia, secara sendiri-sendiri, sebagai kesatuan bangsa Indonesia dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya.

Pusaka budaya mencakup pusaka berwujud (tangible) dan pusaka tidak berwujud (intangible).
Pusaka saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu.

Kota Pusaka adalah kota yang memiliki kekentalan sejarah yang benilai dan memiliki pusaka alam, pusaka budaya berwujud dan pusaka budaya tidak berwujud, serta rajutan berbagai pusaka tersebut secara utuh sebagai aset pusaka dalam wilayah/kota atau bagian dari wilayah/kota yang hidup, berkembang, dan dikelola secara efektif.

Description: Banda Aceh Kota Pusaka Kawasan Wisata Islami Rating: 4.5 Reviewer: Edudetik - ItemReviewed: Banda Aceh Kota Pusaka Kawasan Wisata Islami

Kenangan Silam Saat Pelabuhan Sabang Berjaya di Tahun 1980-an

Sabang, Kisah Pintu Gerbang Perdagangan Silam Saat Aceh Berjaya Dan Menjadi Pelopor Pintu Masuk Perdagangan Di Kawasan Sumatra

SELAMAT datang di Pelabuhan Bebas Sabang. Slogan itu masih terpampang meski status pelabuhan bebas sebenarnya sudah dicabut sejak tahun 1985. Bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Sabang, mungkin ini sebuah harapan atau bisa juga sekadar mengenang bahwa Pelabuhan Sabang pernah punya nama sebagai pintu gerbang Indonesia pada masa kejayaannya dua abad silam.

Sabang secara historis memang dikenal karena pelabuhannya. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, Teluk Sabang telah melayani kapal-kapal besar dari benua Eropa, Afrika, dan Asia. Pemerintah kolonial Belanda melihat potensi Sabang. Tahun 1881, Belanda mendirikan Kolen Station di Teluk Sabang yang terkenal dengan pelabuhan alamnya.

Dua tahun kemudian, Belanda mendirikan Atjeh Associate oleh Factorij van de Nederlandsche Handel Maatschappij (Factory of Netherlands Trading Society) dan De Lange & Co di Batavia (Jakarta) untuk mengoperasikan pelabuhan dan stasiun batubara di Sabang. Pelabuhan itu awalnya dimaksudkan sebagai stasiun batubara untuk Angkatan Laut Belanda, tetapi kemudian juga melayani kapal dagang umum.

Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang sangat penting dibandingkan dengan Singapura. Karena perannya yang semakin penting, pada tahun 1896 Sabang dibuka sebagai pelabuhan bebas untuk perdagangan umum dan pelabuhan transit barang-barang, terutama hasil pertanian dari Deli yang telah menjadi daerah perkebunan tembakau sejak tahun 1863 dan hasil perkebunan berupa lada, pinang, dan kopra dari Aceh. Sabang pun mulai dikenal oleh lalu lintas perdagangan dan pelayaran dunia.

Tahun 1903, CJ Karel Van Aalst, sebagai direktur NHM yang baru, mengatur layanan dwi-mingguan antara Pelabuhan Sabang dan negeri Belanda, melibatkan Stoomvaart Maatschappij Nederland (Netherlands Steamboat Company) dan Rotterdamsche Lloyd. Dia juga mengatur suntikan modal penting bagi Sabang Maatschappij dengan NHM sebagai pemegang saham mayoritas.

Pelabuhan Sabang terus berkembang hingga akhirnya masa kejayaan merosot setelah tahun 1985. Status Sabang sebagai daerah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas ditutup oleh Pemerintah RI melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 1985. Pencabutan status ini dengan alasan maraknya penyelundupan dan akan dibukanya Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Sudah banyak perdebatan yang mengangkat isu agar peran Pelabuhan Sabang sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan barat kembali dibangkitkan. Yang terjadi sekarang, PT Pelabuhan Indonesia I telah menyerahkan aset kepada Pemerintah Provinsi Aceh melalui Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Belum jelas bagaimana nasib Pelabuhan Sabang ke depan. Sementara itu, Batam yang digadang-gadang pemerintah pusat sebagai pintu gerbang di Selat Malaka tak menunjukkan perannya.

Secara geografis, sebenarnya posisi Sabang lebih strategis dibandingkan dengan Batam. Sabang terletak di pintu bagian barat Selat Malaka yang dilintasi 50.000-60.000 kapal setiap tahun. Kondisi alam Pelabuhan Sabang juga lebih mendukung. Bagi kapal-kapal besar, syarat kedalaman laut menjadi mutlak untuk menjaga keselamatan dan laluan kapal.

Pelabuhan Sabang bisa mengambil peran sebagai pelabuhan penghubung. Pelabuhan Sabang bahkan berpotensi menjadi pintu keluar masuk barang ekspor Indonesia di bagian barat.

Dari sini kita dapat melihat bahwa potensi Sabang untuk melayani wilayah Sumatera adalah sangat besar. Karena itu, berbagai kerja sama, khususnya dengan beberapa pelabuhan utama di kawasan Selat Malaka yang sudah lebih dahulu eksis, perlu dilakukan Segera !

Sumber : https://www.facebook.com/kabaraceh
Description: Kenangan Silam Saat Pelabuhan Sabang Berjaya di Tahun 1980-an Rating: 4.5 Reviewer: Edudetik - ItemReviewed: Kenangan Silam Saat Pelabuhan Sabang Berjaya di Tahun 1980-an

Mengenang Sejarah Pahlawan Aceh, Pak Lukman Abdullah

Nama asli Lukman Abdullah alias Robet, Beliau adalah anggota marinir militer indonesia yang membelot masuk anggota perjuangan Atjeh di tahun 1979 dengan membawa lari senjata marinir jenis M-16 6 pucuk di masa itu bersama amunisinya.

Namun di tahun 1990 dia keluar dari bumi Atjeh masuk negara malaysia dan thailand dengan misi mencari senjata dari thailand untuk perjuangan bangsa Atjeh,

Namun di tahun 1996 Robet melihat di kubu perjuang Atjeh tak lagi bersatu sebagai mana yang dulu, Alm Wali pernah berkata dan beramanahkan kepada anggota Perjuangan Atjeh semua di masa itulah dia pada tahun 1996 bersatu dengan MP- GAM di malaysia,

Robet tinggal di malaysia di kampung taman koperasi cuepaecs kajang, bekerja sebagai pemadu lori, sosok beliau bukanlah orang biasa tapi adalah orang yg sangat terpengaruh dalam anggota Atjeh Merdeka.

Beliau sebenarnya sudah terlibat dalam perjuangan Atjeh di masa TI namun nana beliau tersohor di masa AM.AGAM,beliau lahir di banda aceh. Kini beliau telah meninggalkan Isteri tercintanya Kakni dan bersama 3 anak tersayang nuraini,azura dan ainsyah.

Nuriani sekarang menjadi anggota polis malaysia balai kajang, Azura masih dalam sekolah dan Ainsyah juga masih sekolah.

Alm robet menghembus nafas terakhir karena mengenai penyakit jantung di tahun 2011 di hospital serdang,makam beliau ada di Jln.Kajang sugai sikamat kajang. Almat rumah beliau taman koperasi cuepaces jln 5l n0 30

Sumber : https://www.facebook.com/Indodetik?ref=hl
Description: Mengenang Sejarah Pahlawan Aceh, Pak Lukman Abdullah Rating: 4.5 Reviewer: Edudetik - ItemReviewed: Mengenang Sejarah Pahlawan Aceh, Pak Lukman Abdullah
Back Home
 

Video Clip

Hiburan

Teknologi

Kehidupan

Tips dan Trik


Kesehatan