.comment-content a {display: none;}
Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Home » , , » Google Digugat Karena Tak Mau Membayar Publisher

Google Digugat Karena Tak Mau Membayar Publisher

NEW YORK - Firma hukum hak-hak konsumen, Hagens Berman, mengajukan gugatan class action melawan Google.

Mereka menuding raksasa teknologi itu melawan hukum dengan mengingkari pembayaran kepada ribuan pemilik website dan operator yang menempatkan iklan di situs mereka untuk dijual melalui Google AdWords.

Gugatan itu diajukan di Pengadilan Distrik Utara California dan mendakwa Google secara sepihak membatalkan akun AdSense para pemilik situs web tanpa penjelasan sesaat sebelum pembayaran jatuh tempo.

Mereka juga menyatakan Google menolak untuk membayar iklan yang sudah berjalan sebelum pembatalan.

"Praktik ini telah memicu banyak keluhan dari pemilik situs web dengan beberapa menderita kerugian hingga ribuan dolar," ujar Steve Berman, seperti dilansir redorbit.

Dia meyakini praktik yang dilakukan Google kemungkinan telah merugikan ribuan pemilik website dan operator yang merasa tidak memiliki cara untuk melawan perusahaan raksasa seperti Google. Gugatan ini menyusul munculnya isu yang dibuat oleh seorang blogger anonim yang mengaku sebagai mantan karyawan Google.

Dia mengaku, Google membatalkan account AdSense agar tidak perlu membayar para penerbitnya.

Dalam posting blogger anonim itu menulis "Saya mengambil bagian dalam pencurian uang dari para penerbit AdSense oleh Google dan ini perintah langsung dari manajemen. Ada banyak karyawan AdSense yang terlibat, dan itu berlangsung bertahun-tahun. Saya mendengar masih terjadi hari ini pada skala yang lebih luas. Tak seorang pun di luar tahu itu, jika mereka melakukannya. FBI dan IRS mungkin segera akan memulai penyelidikan, karena apa yang mereka lakukan begitu inheren ilegal dan mereka benar-benar melakukannya tanpa diketahui."

Google sendiri telah membantah keras tuduhan itu, dan dalam pernyataan yang dimuat di ReCode menyatakan bahwa "deskripsi tentang proses penegakan kebijakan AdSense sepenuhnya hanyalah fiksi." 

Sumber: (esy/jpnn)

\iklan
Share this post :

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi indodetik.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

0 Comments
Comments

Post a Comment

Next Back Home